Rancangan Undang-undang mengenai pernikahan siri akan disahkan. Personel Mahadewi, Tata, merasa sebaiknya RUU itu tidak usah dibesar-besarkan. "Mending urusin Century daripada nikah siri." Menurut Tata, belum tentu juga RUU tersebut bisa membuat perempuan terlindungi. Katanya, justru beberapa perempuan malah setuju dinikah siri. Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda telah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.
"Salah juga wanitanya mau. Kalau nggak mau disia-siain sama laki-laki nggak usah kawin siri. Jadi kan nggak perlu ada UU Nikah Siri," ujar Tata saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (17/2/2010) dini hari. Sedangkan rekan Tata, Puri, berpendapat, pernikahan siri di Indonesia banyak disalahgunakan. Ia pun meminta agar dalam undang-undang mengenai nikah siri, segala sesuatunya diatur, sampai sedetail mungkin. "Undang-undangnya harus spesifik. Tidak boleh kawin siri dengan bla, blanya dijelaskan," tuturnya.
"Salah juga wanitanya mau. Kalau nggak mau disia-siain sama laki-laki nggak usah kawin siri. Jadi kan nggak perlu ada UU Nikah Siri," ujar Tata saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (17/2/2010) dini hari. Sedangkan rekan Tata, Puri, berpendapat, pernikahan siri di Indonesia banyak disalahgunakan. Ia pun meminta agar dalam undang-undang mengenai nikah siri, segala sesuatunya diatur, sampai sedetail mungkin. "Undang-undangnya harus spesifik. Tidak boleh kawin siri dengan bla, blanya dijelaskan," tuturnya.
No comments:
Post a Comment