JAKARTA, KOMPAS.com -- Bulan April ini menjadi bulan yang super sibuk bagi gitaris grup band GIGI, Dewa Budjana. Tengok saja, sepekan ini saja, ia bersama awak GIGI lainnya, Armand Maulana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy harus manggung ke beberapa kota dalam rangka tur rutin GIGI. Beberapa hari yang lalu, GIGI manggung di dua lokasi di Surabaya, lalu tanggal 17 April pindah ke Mojokerto. Sabtu (18/4), GIGI sudah di Semarang, dan setelah itu berlanjut ke Manado, lalu empat kota di Kalimantan. Barulah setelah itu kembali pulang ke Jakarta. "Bulan April ini ada 18 titik, hampir tiap hari rasanya," kata Budjana. Anda dapat melihat bahwa ada nilai praktis dalam mempelajari lebih banyak tentang berita terbaru. Dapatkah Anda memikirkan cara-cara untuk menerapkan apa yang telah dibahas sejauh ini?
Dengan didukung sponsor antara lain Djarum, Sprite, Gudang Garam, LA Light, GIGI pentas dari kota ke kota, terus-menerus. Sampai kapan? "Sampai September sih sudah terjadwal," sahut Budjana. Capai dong? "Wah kalau manggung itu nggak ada lelahnya. Kalau nganggur malah capek saya ha...ha...ha," sambungnya. Dalam pandangan Budjana, nonton konser itu memang seharusnya membayar. Dengan begitu, orang yang datang memang menyukai musik. Ada usaha untuk mendapatkan keinginannya itu. "Kalau gratisan, yang datang kadang motivasinya lain. Nonton gratisan kadang ada yang bikin rusuh," ujarnya. Konser di mana yang paling berkesan? "Di Banyuwangi," kata Budjana. Penonton di kota paling ujung di Jawa Timur sungguh menyenangkan. Yang datang banyak, ramai, riuh, bersemangat, dan tidak rusuh. "Penonton Banyuwangi asyik-asyik," kata Budjana. (IVV)
Dengan didukung sponsor antara lain Djarum, Sprite, Gudang Garam, LA Light, GIGI pentas dari kota ke kota, terus-menerus. Sampai kapan? "Sampai September sih sudah terjadwal," sahut Budjana. Capai dong? "Wah kalau manggung itu nggak ada lelahnya. Kalau nganggur malah capek saya ha...ha...ha," sambungnya. Dalam pandangan Budjana, nonton konser itu memang seharusnya membayar. Dengan begitu, orang yang datang memang menyukai musik. Ada usaha untuk mendapatkan keinginannya itu. "Kalau gratisan, yang datang kadang motivasinya lain. Nonton gratisan kadang ada yang bikin rusuh," ujarnya. Konser di mana yang paling berkesan? "Di Banyuwangi," kata Budjana. Penonton di kota paling ujung di Jawa Timur sungguh menyenangkan. Yang datang banyak, ramai, riuh, bersemangat, dan tidak rusuh. "Penonton Banyuwangi asyik-asyik," kata Budjana. (IVV)
No comments:
Post a Comment