UBUD, KOMPAS.com - Happy Salma (30) sedang ditimpa kebahagiaan berlipat. Salah satunya karena novel terbarunya, Hanya Salju dan Pisau Batu, yang ditulis bersama Pidi Baiq, sudah selesai dan siap dirilis Mei mendatang. Novel ini selesai bersamaan dengan kesembuhan ibuku. Ibu divonis menderita kanker serviks Agustus 2009, tiga hari setelah ayah meninggal, tutur Happy. Saat dihubungi Senin (26/4), dia berada di Ubud, Bali, merayakan kesembuhan sang ibu. Waktu terbaik untuk belajar tentang berita terbaru adalah sebelum Anda berada di tengah-tengah hal. Bijaksana pembaca akan terus membaca untuk mendapatkan yang berharga berita terbaru pengalaman selagi masih gratis.
Kepedihan karena ditinggal sang ayah dan ibu yang divonis menderita kanker serviks itulah yang menginspirasi Happy menulis novel tentang perjuangan ibunya melawan kanker. Enggak heran karya ini jadi agak pribadi, kata Happy. Baginya, peristiwa meninggalnya sang ayah dan saat ibunya divonis kanker sebagai turning point terberat dalam hidupnya. Meski begitu aku harus tetap kuat. Aku enggak mau kelihatan drop di depan beliau. Jadi, meskipun sedih, aku berusaha tetap bekerja. Cuma kalau lagi sendiri aku menangis, kata Happy yang baru menyelesaikan FTV Spesial, Menir, Proyek Gagal. Sekarang, setelah seluruh kesedihannya terbayar lunas dengan kesembuhan sang ibu, untuk sementara waktu, Happy ingin rehat dari segala kesibukan. Dia ingin meluangkan waktu bersama ibu dan keluarganya agar hidupnya seimbang. (DOE)
Kepedihan karena ditinggal sang ayah dan ibu yang divonis menderita kanker serviks itulah yang menginspirasi Happy menulis novel tentang perjuangan ibunya melawan kanker. Enggak heran karya ini jadi agak pribadi, kata Happy. Baginya, peristiwa meninggalnya sang ayah dan saat ibunya divonis kanker sebagai turning point terberat dalam hidupnya. Meski begitu aku harus tetap kuat. Aku enggak mau kelihatan drop di depan beliau. Jadi, meskipun sedih, aku berusaha tetap bekerja. Cuma kalau lagi sendiri aku menangis, kata Happy yang baru menyelesaikan FTV Spesial, Menir, Proyek Gagal. Sekarang, setelah seluruh kesedihannya terbayar lunas dengan kesembuhan sang ibu, untuk sementara waktu, Happy ingin rehat dari segala kesibukan. Dia ingin meluangkan waktu bersama ibu dan keluarganya agar hidupnya seimbang. (DOE)
No comments:
Post a Comment